Posts

Showing posts with the label Bait puisi

Omong-Omong di Belakang

Image
Semua binatang memiliki keunikan masing-masing       Bunyi dedaunan yang bergerak-gerak membuat Olay dan Celeb menghentikan obrolan mereka. Keduanya sedang bertengger di salah satu cabang pohon favorit mereka, pohon kayu hitam.      "Woi siapa itu?" teriak Olay sambil  mendongak melihat siapakah yang menganggu acara mereka.      "Jangan ganggu kami, dong!" Celeb ikut bersuara. Ia kibaskan  ekornya. Jambul hitamnya ikut bergerak lucu.     Ternyata Jepi si jerapah sedang menarik-narik daun di pohon dengan mulutnya. Lidahnya yang panjang menjulur, melilit daun-daun. Kemudian dengan lidahnya pula ia masukkan dedaunan itu ke mulut.      Tiba-tiba ia  menurunkan leher ke arah Olay dan Celeb. Dua ekor monyet yaki itu terkejut.     "Jepi, hati-hati kalau memanjangkan leher!" protes Olay. "Jangan membuat kami terkejut lagi."     "Hehehehehe maaf. Kalian sedang ngobrolin apa sih? Kelihata...

Di sini Kita Duduk Berdua

Image
Di sini kita duduk berdua Mungkin yang terakhir kali Atau mungkin akan ada lagi Kita tidak pernah tahu sampai kapan usia kita Di sini kita memang duduk berhadapan Tetapi entah kemana jalan pikiran Aku pun mengamatimu dengan enggan Dirimu juga sibuk dengan yang ada di tangan Di sini kita duduk berdua Pikiranku mendua Pada seseorang nun jauh di sana Apa kau pikir aku bahagia? sama sekali bukan itu yang kurasa Di sini kita duduk berdua Ingin aku mengaku saja Terserah akhirnya dirimu menerima atau tidak Hati ini mungkin akan luluh lantak Ijinkan aku menarik napas Menata keberanian, mengutuhkan jiwa  Aku tak ingin kesempatan terhempas Mumpung kita duduk berdua Yogyakarta, akhir Oktober 2020 Foto koleksi pribadi Lokasi : Tempo Gelato

Mereka yang Terbuai

Image
  Aku terbang dengan perkasa Mata elang, kuping lumba-lumba Waktuku untuk berburu,  Insan dengan iman kuyu Selalu kutunggu siapa yang tak tegar Kumau hati mereka beradu jadi tak sabar Cakapku maut, sanggup menyusup Melenakan bagai lagu, sayup-sayup Menggelitik dan membuat lengah Lalu oleng, sssttt... lihat! sebentar lagi roboh. Apiku membesar, suaraku nyaring menggelegar Mereka mendengar, mereka jelas-jelas mendengar! Ketika aku sisipkan peringatan Di tengah-tengah rayuan Tetapi hati sudah tidak lagi perawan Tak ada yang bisa kulakukan lagi, kawan.  Semua kepalang basah. Mereka lakukan diryah.  Tawaku pun pecah. Ya, lubang nista menganga sudah.  Aku terbang, aku menang. Mereka asyik bersenang-senang. Lalu, enak saja mengaku khilaf tergoda syaitan. Bukankah sudah kuberi peringatan? Maka ketahuilah, ini pelajaran! Surabaya, 9 Oktober 2020 Foto dokumen pribadi. Lokasi : Fatih Moskee, Amsterdam.